Dokumen Internal Bocor, Google Akui Kebobolan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

loading...

Google Akui Kebobolan. FOTO/ DAILY

MENLO PARK - Google telah mengkonfirmasi bahwa kumpulan arsip internal nan bocor, nan konon berisi perincian tentang info nan dikumpulkan perusahaan dan gimana perihal itu digunakan dalam algoritma ranking pencariannya, adalah asli.

Baca Juga

Google Hapus 18 Fitur di Google Assistant

Seperti dilansir dari The Verge, Kamis (30/5/2024), meskipun Google sebelumnya menolak untuk mengomentari materi nan bocor, ahli bicara perusahaan, Davis Thompson, mengatakan kepada The Verge bahwa mereka "akan berhati-hati untuk tidak membikin dugaan nan tidak jeli tentang Penelusuran berasas info nan di luar konteks, ketinggalan zaman, alias tidak lengkap."

Dia juga menekankan bahwa Google telah "berbagi banyak info tentang langkah kerja Penelusuran dan jenis aspek nan dipertimbangkan sistem kami," sembari juga bekerja untuk "melindungi integritas hasil kami dari manipulasi."

Kebocoran arsip ini, nan pertama kali diungkap oleh master SEO Rand Fishkin dan Mike King, memberikan wawasan langka tentang langkah kerja mesin pencari Google dan info nan digunakannya untuk menentukan ranking laman web.

Meskipun Google berupaya untuk meredam spekulasi nan mungkin timbul dari info nan bocor, kebocoran ini kemungkinan bakal memicu seruan untuk transparansi dan akuntabilitas nan lebih besar dari raksasa teknologi tersebut.

Penting untuk dicatat bahwa arsip nan bocor tersebut hanyalah sebagian mini dari operasi internal Google nan luas, dan mungkin tidak mencerminkan gambaran komplit tentang gimana perusahaan mengumpulkan dan menggunakan data.

Selain itu, krusial untuk diingat bahwa algoritma pencarian Google terus diperbarui dan disempurnakan, sehingga info dalam arsip nan bocor mungkin sudah ketinggalan zaman.

Namun, kebocoran tersebut memberikan gambaran sekilas tentang kompleksitas algoritma pencarian Google dan potensi dampaknya pada hasil nan kita lihat saat mencari info secara online.

Hal ini menimbulkan pertanyaan krusial tentang privasi data, transparansi, dan akuntabilitas dalam era digital.

(wbs)