X Sembunyikan Like, Konten Paling Disukai Kini Tak Bisa Dilihat Pengguna Lain

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Muhamad Fadli Ramadan

Kamis, 13 Juni 2024 - 20:14 WIB

loading...

X Sembunyikan Like, Konten Paling Disukai Kini Tak Bisa Dilihat Pengguna Lain

X Sembunyikan Like. FOTO/ DAILY

TEXAS - Platform media sosial X ( Twitter ) kembali mengubah kebijakannya nan ditujukan untuk kenyamanan penggunanya. Kini, pengguna mempunyai privasi nan lebih tinggi, sehingga pengguna lebih nyaman dalam menggunakan platform tersebut.

Baca Juga

Agensi Iklan X Social Media Gugat X Milik Elon Musk Karena Kesamaan Nama

Dalam kebijakan barunya, pengguna X sekarang bisa memberikan tanda suka alias like (tanda hati) pada sebuah unggahan tanpa diketahui oleh pengguna lain. Sebelumnya, apa nan disukai oleh sebuah akun dapat dilihat alias berada dalam timeline pengguna lainnya.

Melansir Engadget, peluncuran ini menghilangkan salah satu argumen untuk berlangganan premium. Pendapatan iklan perusahaan tersebut merosot tajam tahun lalu, dan meluncurkan dua tingkatan baru untuk jasa berlangganannya guna membantu mengatasi beberapa kesulitan keuangannya.

Tingkat Premium+ dikenakan biaya kepada pengguna sebesar USD 16 sekitar Rp260 juta per bulan dan menghapus iklan dari timeline mereka. Sedangkan tingkat termurah dikenakan biaya kepada pengguna USD 3 per bulan dan tidak disertai tanda centang biru pada akun pengguna X.

“Kami menjadikan 'Like' berkarakter pribadi bagi semua orang untuk melindungi privasi Anda dengan lebih baik,” bunyi pemberitahuan tersebut. Menyukai lebih banyak postingan bakal membikin feed Anda menjadi lebih baik,” bunyi pengumuman X.

Menurut Elon Musk, hadirnya kebijakan ini membikin banyak pengguna bisa lebih leluasa dalam menyukai sebuah konten tanpa cemas bakal menjadi bahan hinaan orang lain. Pasalnya, sebagian besar pengguna tidak menyukai apa nan disukainya menjadi konsumsi publik.

Kebijakan ini menyusul pendapat Elon Musk nan mengizinkan pengguna X untuk membagikan maupun mengakses konten pornografi pada platform media sosial itu. Hal ini diyakini bermaksud agar pengguna nan menyukai konten dewasa tersebut bisa leluasa memberikan tanda suka pada cuitan nan berkarakter pornografi.

(wbs)

Follow WA Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

Follow

Dapatkan buletin terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri Anda sekarang juga!

Baca Berita Terkait Lainnya

Berita Terkini More

Youtuber Ukraina Temukan Klon AI Black Mirror, Dicurigai Buatan Rusia

50 menit nan lalu

Cara Menghapus Akun MiChat di iPhone dengan Mudah

1 jam nan lalu

 Panduan Lengkap dan Tips

6 jam nan lalu

Oppo A3 Pro 5G Segera Hadir di Indonesia, Bawa Ketahanan Super IP69?

11 jam nan lalu

 Tiket Palsu, Koin Kripto Harry Kane, dan Streaming Ilegal

11 jam nan lalu

Kalah Bersaing, Drone DJI Bakal Dilarang Masuk Amerika

12 jam nan lalu